Haruskah aku menghindar dari situasi ini?
Haruskah aku pergi dari keadaan ini?
Haruskah aku lari dari perasaan ini?
Haruskah aku menutupi diri dari kondisi ini?
Haruskah aku menghilang dalam diam?
Haruskah aku pura-pura tidak ada?
Haruskah aku menjauh?
Haruskah aku menutup mata dan telinga dari kalian?
Haruskah aku diam dan tidak bertindak apapun?
Haruskah aku meruntuhkan apa yang telah dibangun?
Memulainya dari AWAL?
Dari menggali tanah untuk membuat fondasi?
Sehingga terbentuk fondasi awal yang lebih kokoh?
Rasanya itu seperti......
Menghapus noda yang telah terlanjur menempel pada sehelai kain putih.
Bahkan seperti.....
Menjernihkan susu yang telah tertetesi dan tercampur dengan nila.
1 tahun, bukan waktu yang singkat untuk membangun fondasi awal.
Apakah aku harus membangun fondasi lagi ditempat lain karena fondasi yang di tempat sebelumnya terlanjur salah dan telah menghabiskan banyak waktu pula?
1 tahun, sudah cukup 1 tahun ini aku memakan tawa palsu itu. Tapi tetap ku hargai kejujuran kalian demi perubahan positif diriku. 1 tahun, aku berkawan dengan mereka yang menyembunyikan kebenciannya kepadaku. Mengapa tak dari awal kalian katakan ini kepadaku? 1 tahun bukan waktu yang singkat untuk meningat kenangan manis bersama kalian yang mungkin terpaksa berkawan denganku.
1 tahun, semua telah dilewati. Ya, aku akan menjadi seperti yang kalian inginkan. Aku akan berusaha semampuku untuk dapat diterima dalam ‘lingkaran perkawanan’ itu. Jika memang tidak bisa, mungkin terdapat perbedaan yang sangat jauh, sangat berbeda, dan sangat kuat sehingga semua usaha yang telah aku lakukan tetap tidak bisa merubah pemikiran kalian tentang diriku.
Aku ingin pergi,
Aku ingin lari,
Aku ingin menjauh, kemudian
Aku ingin menghilang, dan
Aku ingin memulai segalanya ditempat ‘baru’.
Tapi, jika hal itu kulakukan.. aku bukanlah diriku
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar